SUARA INDONESIA NGAWI

Duka Petani Ngawi Gagal Panen Akibat Diterjang Banjir

Imam Hairon - 03 November 2020 | 07:11
Peristiwa Daerah Duka Petani Ngawi Gagal Panen Akibat Diterjang Banjir
Lahan pertanian milik warga Kwadungan rusak berat di terjang banjir luapan sungai Madiun.

NGAWI - Hujan yang mengguyur wilayah Ngawi beberapa hari membuat sejumlah ruas jalan tergenang air, termasuk lahan persawahan milik petani yang tanaman padi siap panen namun gagal akibat di terjang banjir, Selasa (3/11/2020).

Di Kecamatan Kwadungan diperkirakan sekitar 20 hektare tanaman padi dan 10 hektare tersebar di wilayah lain rusak berat. Banjir yang melanda ruas jalan, pemukiman warga hingga area persawahan ini dampak dari luapan Sungai Madiun yang mengalami kenaikan debit air.

"Banjir ini karena luapan Sungai Madiun, sehingga beberapa desa di Kecamatan Kwadungan terendam. Antara lain Simo, Tirak, Purwosari, Dinden dan Kendung. Tidak hanya beberapa ruas jalan dan pemukiman warga, tetapi yang lebih parah lahan pertanian," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi.

Teguh menambahkan, ketinggian air yang merendam tanaman padi milik warga dibeberapa desa di Kecamatan Kwadungan sekitar 40 sentimeter.

Tak hanya di Kecamatan Kwadungan, Teguh juga mendeteksi beberapa wilayah lain apabila curah hujan masih tinggi. Sampai saat ini berstatus waspada.

"Ada 30 desa dari 10 Kecamatan berstatus waspada banjir, deteksi kami ada 30 desa dampak dari luapan sungai Madiun," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi bencana banjir, pihak BPBD Kabupaten Ngawi menyiapkan 300 personil, termasuk dari POLRI dan TNI.

"Anggota kami siapkan, dibantu POLRI dan TNI. 40 perahu karet dapur umum serta peralatan lain seperti pelampung juga disiapkan, mengingat kondisi curah hujan masih tinggi," pungkasnya.(Ari)*

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Imam Hairon
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya